jump to navigation

Bab 2: Pengantar Teknologi RFID (3) January 31, 2008

Posted by turasto in Buku, ebook, Elektronika, Mikrokontroller, Perangkat Keras, Talk.
Tags: , , ,
add a comment

2.3 Komponen Utama RFID

RFID sebagai teknologi identifikasi mempunyai 2 komponen utama, yaitu Reader dan Transponder (umum dikenal sebagai Tag). Transponder merupakan suatu media yang menyimpan kode unik yang digunakan sebagai identifikasi. Transponder ditempelkan pada media yang ingin diidentifikasi. Sedangkan Reader merupakan perangkat yang digunakan untuk mengekstrak kode unik yang tersimpan pada Transponder.

rfid.jpg

Gambar 2.4 (a) Transponder , (b) Reader

 

 

Transponder pada dasarnya merupakan suatu perangkat komunikasi Radio. Sebuah Transponder dapat berupa pemancar dan penerima (Transceiver : Transmitter -Receiver) gelombang Radio. Meski dapat pula suatu transponder hanya berupa perangkat pancar gelombang radio. Pemilihan teknologi ini tergantung jenis mode komunikasi yang digunakan. Pada mode Read-Only,yaitu mode dimana hanya melibatkan kegiatan baca saja dan tidak melakukan kegiatan tulis, transponder umumnya hanya berupa Transmitter karena tidak diperlukan pengiriman informasi untuk ditulis Tag oleh Reader. Sedangkan pada mode Read-Write dapat dipastikan transponder adalah suatu transceiver. Tag mampu menerima perintah dan bahkan informasi dari Reader untuk kemudian dieksekusi maupun disimpan.

Sistem RFId dengan transponder bersifat transciever dapat menerapkan teknologi akses jamak, yaitu kemampuan untuk melakukan pembacaan 2 atau lebih transponder pada masa yang sama. Teknologi ini selain meningkatkan efisiensi proses pembacaan juga dapat memastikan tidak adanya kesalahan baca pada saat terdapat lebih dari 1 kartu pada daerah baca.


small-tag.jpg

Gambar 2.4 Ukuran Transponder

Sebagai perangkat komunikasi radio, Transponder dapat dibangun dalam ukuran yang kecil dan tipis. Kondisi ini dimungkinkan oleh karena transponder memanfaatkan teknologi radio yang cukup sederhana dan juga proses produksi transponder yang memanfaatkan teknologi silikon. Hingga saat ini, transponder dapat diproduksi hingga setipis label kertas. Umumnya, suatu transponder diproduksi dalam bentuk yang kompak tanpa menggunakan baterai disebut sebagai Transponder pasif. Pasif disini diartikan sebagai kondisi dimana tidak adanya elemen pemberi energi internal semacam baterai. Sebagai gantinya, energi didapat dari udara melalui ekstraksi GEM oleh Transponder. Reader senantiasa diradiasikan oleh Reader untuk memastikan radiasi GEM cukup untuk mengoperasikan Transponder.

Transponder mempunyai berbagai macam jenis, rupa dan bentuk . Umumnya, bentuk ini disesuaikan dengan fungsi dari Transponder tersebut. Selain itu juga dipengaruhi oleh parameter-parameter gelombang radio yang digunakan, pemilihan frekuensi khususnya akan berdampak langsung pada jenis antena dan dimensi yang harus digunakan. Sebagai contoh, pada range Low Frequency (LF) dan High Frequency (HF) umumnya digunakan antena berbentuk loop dengan jumlah putaran tertentu. Sedangkan pada range Ultra High Frequency (UHF) digunakan antenna Dipole λ/2. Akibatnya, mau tidak mau , dimensi antenna akan memberikan implikasi terhadap bentuk dan ukuran transponder.

Belum lagi pemilihan terhadap kemampuan jarak baca perangkat yang menentukan apakah digunakan komponen pencatu aktif atau tidak. Suatu transponder dengan pencatu aktif akan menuntut dimensi transponder yang lebih besar dan tebal.

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.